Kehidupan nyaman (living well) adalah hak setiap warga negara. Ada banyak yang menentukan keberhasilan setiap warga masyarakat meraih kehidupan yang nyaman. Sulitnya mendapatkan pendidikan layak dan kurangnya lapangan pekerjaan sering menjadi faktor yang menghambat masyarakat dalam menciptakan hidup yang lebih baik. Kedua faktor ini bersifat saling mempengaruhi satu sama lain. Kualitas pendidikan cenderung berbanding lurus dengan kondisi perekonomian masyarakat.

Beberapa tahun terakhir, program peningkatan kualitas pendidikan dari pemerintah sudah jauh lebih baik, namun pada praktiknya masih belum merata khususnya di wilayah nonurban. Kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pinggiran mengakibatkan angka pengangguran terdidik terus meningkat setiap tahunnya. Untuk itu, diperlukan sebuah solusi praktis yang dapat memutus lingkaran masalah tersebut dengan cara membangun kolaborasi dan sinergi antar pihak.

Intiland merasa perlu ambil bagian guna mengatasi permasalahan di atas. Karena persoalan tersebut tidak mudah diselesaikan satu per satu secara linear, maka diperlukan sebuah program link & match terpadu dan mandiri yang mampu menjangkau permasalahan pendidikan dan perekonomian tersebut secara bersamaan. Melalui Yayasan Intiland (Intiland Foundation),Perseroan mengambil inisiatif untuk mendirikan Intesa School of Hospitality (Intesa), sebuah Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) di bidang hospitality dan perhotelan di kota Yogyakarta.

Pendirian Intesa merupakan salah satu aksi dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Intiland sebagai wujud dari komitmen menuju Sustainability Development Goals (SDGs) yang mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ISO 26000. Sejak didirikan tahun 2013, Intesa diharapkan menjadi program link & match yang dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidupnya.

Ada 3 dasar pertimbangan pembentukan sekaligus keunggulan Intesa, diantaranya:

  1. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas
  2. Pemberian beasiswa bagi siswa yang kurang mampu.
  3. Pemberian dukungan tersedianya lapangan pekerjaan

Sinergi & Kolaborasi Intesa School

Untuk memaksimalkan tercapainya tujuan dalam mendirikan Intesa, Intiland berkolaborasi dengan lembaga-lembaga kompeten dan terpercaya. Penyusunan kurikulum dan pengadaan staf pengajar dilakukan bersama Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STP). Sedangkan metode pengajaran dan kurikulum dirancang dan disusun secara khusus dengan mengadopsi kurikulum berbasis kompetensi Common ASEAN Tourism Curriculum (CACT) untuk mencetak tenaga-tenaga terampil di bidang perhotelan yang memadukan model pendekatan teori dan praktik kerja secara proporsional.

Model pendekatan teori yang diberikan kepada siswa/siswi mengacu pada praktik terbaik yang berlaku dan menjadi standar pelayanan industri perhotelan, sehingga membantu siswa/siswi menjadi tenaga kerja yang mahir dan siap kerja khususnya di bidang Front Office, Food and Beverage (F&B) Service, dan Housekeeping.

Dalam proses sosialisasi program pendidikan, Intesa juga menjalin kerja sama dan mendapat dukungan dari Dinas Tenaga Kerja Yogyakarta, DPD Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (DPD HILLSI) Yogyakarta, dan Dinakertrans Bantul. Selain itu, Intesa juga  menjalin kerja sama yang erat dengan SMK di wilayah Yogyakarta, Wonosari, Sleman dan beberapa kota lainnya.

Sebagai upaya untuk menjamin keberlanjutan (sustainability), Intesa bekerja sama dengan banyak jaringan hotel di Indonesia dan beberapa hotel di Malaysia, khususnya jaringan hotel Intiwhiz yang juga dimiliki oleh perseroan. Kerja sama ini termasuk diantaranya adalah memberikan kesempatan bagi siswa/siswi Intesa dalam program On the Job Training (OJT) dan perekrutan setelah selesai masa pendidikan.

Program pendidikan Intesa berlangsung selama 1 tahun—di mana enam bulan pertama siswa/siswi dibekali dengan teori dan praktik di sekolah kemudian melakukan On the Job Training (OJT) enam bulan setelahnya. Selain teori dan praktik, siswa/siswi juga dibekali dengan pendidikan bahasa Inggris, character building, dan interview training.

Selain program pendidikan yang praktis dan lengkap, keunggulan Intesa adalah program bantuan dana pendidikan bagi siswa/siswi berprestasi maupun dari keluarga yang kurang mampu. Intesa menawarkan tiga skema pembayaran biaya pendidikan yang sangat membantu calon siswa, yakni; Reguler, Potong gaji, dan Beasiswa. Pada mekanisme potong gaji, Intesa memberikan kesempatan kepada siswa/siswi untuk membayar 50% (lima puluh persen) dari total biaya selama masa pendidikan dan sisanya dilunaskan setelah siswa/siswi tersebut bekerja. Sementara, untuk program pemberian beasiswa, Intiland Foundation memberikan bantuan sebesar 100 persen biaya pendidikan hingga lulus sekolah.

Pada akhirnya, pendirian Intesa diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif atas persoalan mengenai keterbatasan dalam mendapatkan pendidikan yang baik dan kesempatan meraih pekerjaan. Melalui Intesa, Intiland Foundation mencoba menawarkan sebuah solusi praktis yang diharapkan dapat menjawab sejumlah persoalan dan kebutuhan dari masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

Informasi selengkapnya : https://www.intiland.com/id/csr

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here